Rabu, 16 November 2016

Rice Cooker Kecil/Mini Oxone 0,3 L (OX-182)

Saat berada di Jerman, untuk mengakhiri kebiasaan sebagai "Mievora at Training" especially untuk makan malam.... saya kali ini membawa rice cooker dari Indonesia, sebuah rice cooker mini (0,3 Liter) yang saya beli dibuka lapak (sekitar 300rb an).
0,3 L sangat pas untuk makan kami bertiga, kebetulan kali ini peserta dari indonesia berjumlah 3 orang (termasuk saya).

Memasak Nasi di Rice Cooker 0.3 L
 
Panci Rice Cooker Kecil Oxone 0.3 L (OX-182)

Rebus Telur di Rice Cooker OX-182

Colokan Listrik di Jerman, Bentuk, Voltase, Frekuensi sama dengan Indonesia 

Telur 1,6 EUR dapet 6 biji

bercerita tentang rice cooker saya jadi ingat pengalaman beberapa tahun yang lalu. Pengalaman kocak...yang masih bisa membuat saya tersenym dan tertawa dalam hati.

Alkisah ada 4 orang yang hijrah ke Jeddah untuk menuntut ilmu di King Abdulaziz University.
kamipun mendapatkan fasilitas furnished apartement, 2 kamar, dapur + ruang tengah, 2 kamar mandi. Satu kamar tidur besar dengan 3 bed kecil untuk 2 orang.
Beberapa hari setelah sampai di Jeddah kamipun berinisiatif untuk membeli rice cooker dan beras. Seperti cerita nasib anak kos, makanan yang paling sering kita makan adalah mie, nasi telur, nasi goreng, nasi sarden, ....nasi sarden agak jarang....karena pada males mbukak kalengnya....kadang kalau libur/senggang kami sempatkan membuat sayur.......terong-sambal favorit kami waktu itu...kadang juga disertai tempe/tahu beli di toko Indonesia.
Tidak ada pembagian tugas yang jelas untuk memasak nasi, silahkan ambil di rice cooker kalau ada, kalau tidak ada ya...silahkan masak.
Celakanya saya adalah orang yang paling tidak betah lapar. Akhirnya saya yang paling sering masak nasi di pagi buta.

Berawal dari keisengan karena males nyuci panci rice cooker yang berisi sedit kerak nasi (nasi yang sudah mengeras), saya pun tidak mencucinya, hanya menambahkan beras, kemudian membilas beras dan nasi kerak yang terdapat dalam panci, menambahkan air dan memasukkan/memasak di dalam rice cooker. Setelah matangpun kami makan dan ternyata tidak ada keluhan dari teman2 yang lain....
Akhirnya selama 4 bulan pertama di Jeddah, karena seringnya saya yang masak setelah subuh, nasi yang kami makan adalah nasi campuran beras dan sedikit kerak....hehehehe....
Hingga semester berikutnya saya berhasil membawa chef cantik dari Jakarta...jadinya saya tidak selalu harus masak sendiri...bisa gantian...

Tapi sepertinya nasi kerak yang saya buat masih memenuhi standar gizi...buktinya...mereka baik2 saja dan tetep pinter2...Master Riza Ainul dan Master Em Ye sedang meneruskan studi S3 di UK..
KH Wahid Muthowal M.Sc tidak hilang hapalan Al Quran nya dan sedang mencari jalan S3 ke Jerman... Pak Dosen UI Kuswantoro Marco Al-ihsan sepertinya beberapa kali makan nasi buatan saya.....tapi buktinya tetep lulus seleksi dosen UI.....

Btw kalau menurut dugaan saya Nasi Instan produk pabrikan, sepertinya mirip nasi kerak, beras nya sudah pernah menjadi nasi dan kemudian dikeringkan lagi.....

Selasa, 15 November 2016

Taksi Mercedez-Benz di Mannheim - Jerman (Eropa)

Saat berangkat Training di Mannheim Jerman, di bandara Frankfurt kami (3 orang peserta dari Indonesia) bertemu dengan peserta dari Malaysia (2 orang). Saat keluar dari stasiun kereta ataupun dari bandara nampak berbaris beberapa taksi, bedanya taksi yg terlihat adalah "Mercedes-Benz"
Taksi Mercedez-Benz Mangkal di Bandara Frankfurt

Ada 2 pilihan saat keluar dari stasiun menuju hotel, naik trem atau taksi. Peserta dari Malaysia menyarankan agar kita naik taksi saja, sebab bawa koper berat.
Sebenarnya agak minder juga naik taksi Mercedez, terus ongkosnya berapa?... di Jakarta naik taksi Toyota saja sudah lumayan bayarnya....
Hingga akhirnya seorang kawan menyanyakan:
"how much from here to the Am Exerzierplatz hotel?"
"about 16 EURO" jawab sopirnya.
Ok lah......kami ambil 2 taksi untuk 5 orang.

2nTaksi Mercedez-Benz Beriringan

Taksi Mercedez-Benz dari dalam

benar juga argonya 15.8 EUR sampai hotel
16 EUR untuk jarak 4 km,
4 EUR/km atau Rp. 55rb/km......
btw,..... saat mau makan sambil bercanda ada yang komentar;
disini kalau makan, nggak usah pakai dihitung kursnya....ntar kamu nggak jadi2 makan.....hehehe...

Jalanan Kota Mannheim Jerman

Senin, 14 November 2016

Timbangan Koper, Naik Pesawat

Berhubung saya cuma punya dua jenis koper, yang satu gede banget, yang satu kecil, saya kadang ragu harus bawa koper yang mana saat traveling.
Koper Besar dan Koper Kecil

Kalau bawa yg besar, muat banyak, tapi berat kosongnya saja sudah 6,17 kg. Kalau bawa yang kecil berat kosongnya lebih ringan, cuma 2,67 kg, tapi muatnya dikit. Padahal saya naik nya paling kelas ekonomi, biasanya bagasi max 32 kg atau 30 kg

Timbangan Koper

Berat Kosong Koper Besar 6,17 kg

Berat Kosong Koper Kecil 2,67 kg

Ingat pengalaman dulu, pakai maskapai Saudi Air
Berangkat jakarta - jeddah 3 tiket (saya, istri, anak) bawa 3 koper besar @32 kg tidak ada masalah.
Tapi saat pulang (jeddah-jakarta), bagasi per tiket juga max 32 kg, tapi per koper max 23 kg, kalau 32 kg harus dibagi dalam 2 koper atau 2 paket/kardus. Akhirnya harus ke tukang wrapping, isi koper dikeluarkan sebagian, dan yg sebagian di wrap (dibalut plastik bening), ongkos wrappingnya lumayan untuk 4 tiket (nambah anak satu)

Jadi kesimpulannya, menurut pengalaman pribadi dan beberapa rekan:
Kadang berat max harus dalam 2 koper atau paket, klo cuman bawa satu koper beratnya mendekati/persis max ya harus di wrap ulang jadi 2.
Kalau anda terlanjur bawa 2 koper ternyata mereka minta harus satu koper, ya 2 koper di wrap jadi satu. Kecuali kalau anda mau bayar biaya tambahan untuk bagasi. Demikian jg untuk tas tenteng, ada yg boleh 2, ada jg yg harus satu.

Minggu, 13 November 2016

Bracket / Gantungan Samsak

sudah sekitar 6 tahunan saya memiliki samsak, tetapi dari dulu tidak pernah menemukan tempat yang ideal untuk menggantugnya. Kadang saya gantung tengah-tengah kusen pintu, atau bahkan hanya saya sandarkan di tembok. Hingga suatu ketika saya membuka-buka bukalapak, saya gunakan searching keyword "samsak', di sana saya temukan metode atau alat untuk mengantung samsak, nama perangkat tersebut adalah "bracket samsak".

Gantungan Samsak (Bracket Samsak)

semacam siku besi yang salah satu bagiannya menempel di tembok, tetapi ada satu hal yang membuat saya menunda untuk membelinya, yaitu cara pemasangannya yang harus menggunakan dyna bolt, semacam sekrup yang bisa menempel di tembok, tetapi untuk pemasangannya, kita harus mengebor tembok/beton tersebut.

suatu ketika di pinggiir jalan, tak jauh dari rumah, saya melihat para pengrajin aluminium, mereka bisa membuat kusen ataupun almari aluminium, saya dekati salah satu perkerjanya.
sambil menujukkan gambar bracket samsak di buka lapak, saya bertanya "pak bisa masang dyna bolt untuk bracket samsak seperti ini?"

Dyna Bolt pada Bracket Samsak

sesaat tukang tersebut mengamati gambar di hp yang saya sodorkan, dia malah menjawab "pesan di sini saja mas, saya buatkan"
"ini dari besi lho Pak!"...kataku
"bisa mas, nanti saya buatkan dibengkel".....jawab dia.
dia meminta ongkos persis sama dengan yang ada di buka lapak
tetapi sudah sekaligus dengan ongkos pasang...
"ok lah" ...jawabku
sehari kemudian bracket samsak itu pun jadi dan dipasang di dinding....
Lumayan untuk olah raga dan refreshing

Samsak beserta Bracketnya Terpasang

Sabtu, 12 November 2016

Kakek Penjual Rujak, Demokrasi, dan Pajak

mengikuti beberapa saran dari teman2 fb,setelah dhuhur, saya keluar masjid dan mendapati kakek tua penjual rujak yang juga jamaan tetap di masjid tsb. saya ikut2 an membeli rujaknya. Gerak lambat dan punggung yang sudah membungkuk menandakan usainya yang sudah sangat tua, sekitar 65- 70 thn perkiraanku, jangan heran apabila para pedagang keliling spt ini bisa berjalan ber puluh-puluh kilometer setiap harinya untuk menjajakan dagangannya. bila kita ambil teori sebab akibat, itu juga yang mungkin menjadikan tubuhnya yang sudah renta tetap terlihat sehat,....dibanding orang2 seumuran dengannya....
Barakallah ya syeikh (kakek tua)....
Kakek Tua Penjual Rujak

kadang kalo dipikir aneh juga....
Entah berapa persen gaji yg saya terima adalah pajak yg mereka bayarkan, dari produksi/perdagangan barang (pakaian, makanan, dll) serta jasa yg mereka beli.
robbana dholamna anfusana wa illam taghfirlana lanakunanna minal khosirin
Ya Allah, kami telah mendholimi pada diri kami sendiri, jika tidak Engkau ampuni kami dan merahmati kami, tentulah kami menjadi orang yang rugi.

Kalaulah dirasa ada aparatur negara yg kurang baik, ada baiknya kita mulai berfikir, setelah orde baru berakhir, rakyat sangat bebas untuk memilih siapa saja yang dapat duduk dalam lembaga legislatif (wakil rakyat) dan pucuk pimpinan eksekutif (presiden, gubernur, bupati, kepala desa)
bukankah para pimpinan eksekutif danlegislatif tersebut yang nantinya akan mengambil kebijakan-kebijakan strategis termasuk menentukan besaran pajak dan penggunaan APBN/APBD.
Mereka juga yg memilih orang orang penting, termasuk para pimpinan yudifkatif, pimpinan penegak hukum dan para menteri. Munculnya tokoh-tokoh seperti Jokowi, Ridwan Kamil, Risma adalah pilihan rakyat.

Lahirnya para pemimpin yang kurang amanah pada dasarnya diawali oleh kesalahan rakyat dalam memilih para pemimpinnya, kesalahan itu disebabkan oleh:

  1. rakyat yang tidak mengenal pemimpinnya, kebaikan dan keburukan mereka, saya pun sering bingung ketika memilih, terutama calon DPRD tingkat 1 dan 2, anggota DPD, Bupati, tidak ada seorang pun yang saya kenal sedikitpun kebaikan dan keburukannya. Hal ini lumrah untuk sebuah negara besar dimana tidak mungkin semua orang saling mengenal, tapi sangat aneh ketika kita salah dalam memilih kepala desa, pada umumnya rakyat desa cenderung mengenal calon kepala desanya dengan baik.
  2. Money politic, pada negara berkembang dimana sebagian rakyatnya kurang mampu, memang politik uang sangat berpengaruh,berbeda dengan negara-negara kaya, memberikan 100 ribu rupiah pada pemilu di negara maju atau kaya minyak adalah hal yang sia-sia.

Apabila anda menjual suara anda dengan sejumlah uang serangan fajar (money politics)...Jika menerima uang tersebut kita anggap sebagai menerima gratifikasi (korupsi), maka kitalah sebagai rakyat yang sudah medahului melakukan korupsi dan jangan heran bila orang yang telah kita pilih tersebut juga nantinya melakukan korupsi...dan ada kemungkinan uang hasil korupsi tersebut dia pakai lagi untuk biaya politik (serangan fajar) untuk pemungutan suara periode berikutnya....sebuah siklus politik uang.

Nb:
Setelah sampai rumah, istri saya berkomentar,
"tau saja kalo aku lagi pengen rujak"....ujarnya :-)

Jumat, 11 November 2016

Pisau, Gunting, Kunci Pas, Kunci Inggris Naik Pesawat

Bulan lalu saya merasa butuh beberapa peraltan montir, seperti kunci inggris, tang, kunci pas. Sekalian mudik agustus lalu saya membeli perlengkapan tersebut di pasar tradisional (pasar pagi kaliwungu), biar lebih murah pikirku.
Kunci Inggris dan Tang

Kunci Pas

Setelah membelinya baru sadar, kalau barang-barang tersebut belum tentu bisa naik pesawat, kan ada barang-barang yang dilarang untuk dibawa naik pesawat. Saya pun kemudian memutuskan menelpon cust. service persh penerbangan tsb. saya pun bertanya:
"mbak saya bisa bawa tang, kunci inggris, kunci pas naik pesawat tidak?"
diapun tidak bisa langsung menjawab, saya disuruh menunggu sebentar, sepertinya dia menanyakan hal tsb kepada superivsornya, semenit-dua menit kemudian dipun menjawab:
"maaf pak peralatan pertukangan termasuk benda tajam, jadi tidak boleh dibawa naik pesawat"
bingung juga saya....benda tajam dimananya?....tapi saya tidak beradu argumen....dan menghentikan percakapan tersebut dg ucapan terima kasih...

Berhubung saya butuh banget kunci pasnya untuk menyeting "bracket samsak"...saya pun tetap memasukkannya ke kardus bungkusan keripik....biarlah kalau gak lolos x-ray.....cuman 10rb an pikirku. ternyata di penerbangan agustus tsb kunci pas bentuk segitiga tsb lolos x ray pertama, dan kemudian masuk bagasi, seperti bagasi pada umumnya...jadi petugas x ray tidak mempermasalahkan kunci pas masuk bagasi.

Saat kemaren ke Korea....di Bandara Soekarno Hatta....pada X-ray ke-2...banyak banget gunting, pisau...yang harus disita...dikumpulkan oleh petugas di kotak kaca (spt kotak amal)......
sesampainya di Korea...saya terheran-heran karena teman saya membawa mulfi function tool...se set obeng, tang, pisau...dulu saya sebut pisau/obeng nya MacGyver...akupun bertanya:
"kok bisa lewat x ray bandara?"
dia menjawab:
"kalau masuk koper/bagasi bisa...tetapi kalau masuk kabin tidak bisa...akan di sita di x-ray yang ke dua"
"ooo gt ternyata" jawabku....

Pada bulan September akhirnya sisa alat (tang dan kunci inggris) saya bawa dari bandara semarang, masuk kotak kardus dan kemudian bagasi....seperti kata temen saya....alat tsb nyampe di halim bersama saya

Di Bandara Soekarno Hatta, Pada mesin X-ray ke-2 terdapat 2 buah kotak kaca yang berisi barang sitaan: gunting, pisau, garpu, tang. benda tsb adalah sitaan yg berasal dari tas tenteng/ransel yg akan dibawa ke kabin, berbeda dengan x-ray yang pertama, isi koper walau ada benda-benda tersebut tetap akan lolos dan bisa masuk bagasi.
Kotak Transparan di Bandara Soekarno Hatta

Kotak Lainnya masih agak Kosong, ada Gunting, Pisau, Tang

Kotak Penuh dengan Gunting, Pisau, Garpu

Kamis, 10 November 2016

Mengganti Kamera Hanphone

Entah sudah berapa bulan kamera handphone S3 LTE ku auto focusnya nggak pas. Hasil fotonya jadi agak blur.  Pengen beli lagi tapi sayang duitnya ama mikir yg lama buat apa...mubazir

Tadi sore sekalian nuker kartu tri dg versi 4G nya, Saya mampir di roxy, ke samsung service center di lt 4, setelah ngomong dengan petugasnya, dicek hpnya, liat no IMEI dan cek di database, hp sayapun di tolak, gara-gara hp nya bukan asli dari indonesia.  Memang saya belinya di jeddah sekitar 3 tahun yg lalu, sempat nanya ongkos ganti kamera belakang, biayanya 400rb

Kemuadian saya mampir di tempat service hp umum di lt2, spare part kamera s3 kosong kata tukang servisnya, saya disarankan nanya di toko spare part lt 3, kosong juga barangnya, harganya 33rb kata penjualnya.

Balik ke lt2 saya nanya tempat service lain, ada kameranya, sekalian pasang 200rb kata tukang sericenya. Bukannya kameranya cuman 33rb kataku, gak bisa 100rb......sambil garuk2 kepala dia bilang "gak bisa mas"

Ya udah lah ok....aku jg nggak bisa masangnya sahutku....
Kupikir pasangnya sangat rumit, harus disolder, ternyata cuman lepas beberapa sekrup, lalu dipasang, agak rumit, tapi tidak serumit yg kubayangkan.....memang skill ada harganya...

Hasil foto dengan Kamera Hp lama (rusak), fokus hanya di tengah

Kamera Hp Samsung S3

Kamera Hp Samsung S3